Paroxetine
Hari ini kelopaknya basah lagi. Kepalanya berisik menyiulkan banyak suara. Di dalam tempurung itu ada jalanan macet yang lalu lintasnya kacau. Banyak kendaraan membawa beban yang tidak beraturan dan tidak mau memberi ruang.
Lagi-lagi dia tidak memahami banyak hal. Tidak, dia tidak berlindung di balik kata tidak tahu. Dia memang tidak terlau pandai untuk mencerna banyak hal.
Lagi-lagi dia lelah menengadahkan tangannya yang tidak kunjung diberi jawaban. Dia mulai mempertanyakan walau jauh di dalam dirinya, ia adalah anak yang amat bergantung pada Si Pemberi.
Lagi-lagi mesin ketik menjadi obat penenang yang tidak pernah ia inginkan untuk diminum lagi.
Komentar
Posting Komentar