Besok, apalagi?

Hari ini kamu lagi-lagi menyepelekan lukaku. Berdalih tak bermaksud lantas adu ribut.

Padahal kamu berkali-kali menceritakan ke aku tentang masa lalumu yang penuh empati pada gadis cantik penggemar bulan. Kamu bilang, dia teramat luka. Padahal itu luka yang dia buat sendiri karena pria. Kini, kamu yang melukai aku dengan nada tinggi.

Padahal kamu tahu itu kelemahanku. Besok, apalagi?

Komentar

Postingan Populer